Lewati ke isi
ORACLEDECK

Topik 01

Pengantar Basis Data Terdistribusi

Beda basis data terpusat dan terdistribusi, klasifikasi model data, serta untung-rugi DDBS.

Kemampuan akhir yang diharapkan. Memahami dan mengenali konteks basis data objek terdistribusi, dan dapat membedakannya dengan basis data terpusat.

Kebutuhan sistem basis data

Sistem basis data adalah kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan memungkinkan beberapa pengguna mengakses serta memanipulasi data yang sama. Dorongannya satu: menyatukan data operasional agar pengaksesannya terkontrol.

  • Mengklasifikasikan data agar mudah dipahami pengguna
  • Menghindari duplikasi data
  • Memudahkan penyimpanan dan pengaksesan data
  • Mendukung kinerja aplikasi dalam menyimpan data
  • Menjamin kualitas data dan informasi

Terpusat vs terdistribusi

Basis data terpusat menyimpan seluruh data di satu tempat — mainframe atau server tunggal. Basis data terdistribusi menyimpan data di perangkat yang berada di lokasi fisik berbeda, tetapi secara logis tetap satu basis data.

AspekTerpusatTerdistribusi
Lokasi penyimpananSatu lokasi, terhubung ke serverBeberapa lokasi geografis, dikelola DBMS pusat
PemeliharaanLebih mudah — semua di satu tempatButuh kerja dan perangkat lunak tambahan
Integritas dataLebih mudah dipertahankanLebih sulit; replikasi harus dijaga
Beban aksesSemua permintaan ke satu entitas → risiko macetParalel antar server → beban seimbang
BiayaLebih murahBiaya pemeliharaan dan kompleksitas naik
RancanganLebih sederhanaLebih kompleks

Klasifikasi model basis data

Model basis data non-spasial secara umum terbagi empat: flat-file, hierarki, jaringan, dan relasional. Basis data terdistribusi sendiri terbagi menjadi BDT terpartisi dan BDT terreplikasi.

ModelCiriKelebihanKekurangan
Flat-fileSatu field per baris, posisi kolom menentukan maknaSangat sederhanaLogika baca-tulis harus ditulis manual
HierarkiHubungan parent–child, satu induk per anakRetrieve cepat, integritas mudah diaturRedundansi data, pengguna harus paham susunannya
JaringanAnak boleh punya banyak indukQuery kompleks lebih mudah, akses cepatStruktur sulit dimodifikasi
RelasionalTabel, tupel, atribut, kunci utama dan asingCepat, akurat, mudah diubahPengguna harus paham relasi antar tabel dan SQL

Karakteristik DDBS

Satu basis data logis dibagi menjadi beberapa fragmen; tiap fragmen disimpan di satu atau lebih komputer di bawah kendali DBMS yang terpisah, dihubungkan jaringan komunikasi.

  • Kumpulan data logis yang digunakan bersama-sama
  • Data dibagi menjadi beberapa fragmen
  • Fragmen mungkin mempunyai salinan (replika)
  • Fragmen atau replikanya dialokasikan ke situs yang memakainya
  • Setiap situs terhubung jaringan komunikasi
  • Data di tiap situs di bawah pengawasan DBMS masing-masing
  • DBMS tiap situs dapat menangani aplikasi lokal secara otonom
  • Setiap DBMS berpartisipasi pada paling tidak satu aplikasi global

Pemrosesan terdistribusi bukan basis data terdistribusi. Pemrosesan terdistribusi adalah mengakses basis data tersentralisasi dari komputer jauh lewat jaringan. Basis datanya tetap satu dan tetap di satu tempat.

Tujuh kelebihan DDBS

KelebihanIsi
1. Merefleksikan struktur organisasiOrganisasi yang bercabang secara alami punya data yang tersebar mengikuti cabangnya.
2. Penggunaan bersama & otonomi lokalData ditempatkan dekat penggunanya; DBA lokal mengatur DBMS lokal secara otonom.
3. Ketersediaan meningkatKegagalan satu situs tidak mematikan seluruh operasional DBMS.
4. Keandalan meningkatFragmen direplikasi; bila satu salinan tak terjangkau, salinan lain dipakai.
5. Kinerja meningkatData berada dekat pengguna; setiap situs hanya menangani sebagian beban.
6. EkonomiGrosch's Law: beberapa komputer kecil lebih murah daripada satu superkomputer berdaya setara.
7. Perkembangan modularSitus baru ditambahkan tanpa mengganggu situs yang sudah ada.

Empat kelemahan DDBS

KelemahanIsi
KompleksitasDBA harus menyediakan akses cepat, andal, dan mutakhir sekaligus atas data yang direplikasi.
BiayaBiaya jaringan, biaya komunikasi berjalan, dan biaya tenaga ahli pengelola.
KeamananBukan hanya replikasi data yang harus dikontrol, jaringannya juga.
Kontrol integritasMenegakkan batasan integritas kerap memerlukan akses ke data dalam jumlah besar di banyak situs.

Homogen dan heterogen

Pada sistem homogen semua situs memakai produk DBMS yang sama. Pada sistem heterogen produk dan bahkan model datanya berbeda — relasional, jaringan, hierarki, atau berorientasi objek dalam satu sistem.

  • Perbedaan perangkat keras saja: yang diubah kode dan panjang kata
  • Perbedaan produk DBMS: perlu pemetaan struktur data antar model (mis. SELECT → FIND/GET)
  • Perbedaan keduanya: kedua jenis konversi diperlukan sekaligus

Untuk menjembatani perbedaan dipakai gateway, yang mengonversi bahasa dan model data ke bahasa relasional. Keterbatasannya nyata: gateway tidak mendukung manajemen transaksi — ia hanya penerjemah kueri, sehingga kontrol konkurensi dan pemulihan lintas DBMS tidak terkoordinasi.

Coba di terminal

Kueri di bawah memperagakan konsep topik ini pada data sungguhan. Tekan ▶ Jalankan untuk membukanya di Terminal SQL, lalu ubah sesuka hati — sesi terminal adalah salinan pribadi di peramban Anda.

Satu tabel logis, tiga lokasi fisik

Pengguna menulis kueri ke view global pasien; datanya sebenarnya tersebar di tiga situs. terdistribusi

SELECT kota, COUNT(*) AS pasien FROM pasien GROUP BY kota;
SELECT COUNT(*) AS di_bandung_saja FROM pasien@bandung;

Keandalan: situs lain tetap melayani

Kueri yang hanya menyentuh fragmen Jakarta tidak bergantung pada Bandung dan Surabaya. terdistribusi

EXPLAIN PLAN FOR
SELECT nama_pasien FROM pasien@jakarta;

Jalankan sendiri

Sumber: Modul 1 — CTI313 Pengantar Basis Data Terdistribusi (Ir. Nixon Erzed, MT)